HIPNOTERAPI DAN PENANGANAN MASALAH EMOSIONAL PADA PENYANDANG LUPUS

Lupus-Rash-HS01

Permasalahan emosional seperti stres dan depresi sering terjadi pada penyandang lupus. Mari kita cari tahu dan pelajari apa yang dapat kita lakukan untuk mengelola stres dan menghindarkan terjadinya depresi.

Lupus sistemik adalah penyakit autoimun yang biasanya menyerang kehidupan utama penderitanya. Rata-rata yang terdiagnosis lupus ini adalah wanita muda di masa reproduksi. Karena lupus adalah penyakit tak terduga yang mungkin harus Anda tangani untuk sebagian besar hidup Anda, lupus dapat menyebabkan lebih banyak tekanan emosional daripada penyakit kronis umum lainnya. ( Baca juga : Si Pembawa Bencana itu Bernama Lupus https://goo.gl/efjzu2 ).

“Pikirkan sistem kekebalan Anda sebagai kekuatan polisi,” kata Charles Raison, MD, seorang psikiater dan Direktur Klinis Program Mind-Body di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Universitas Emory di Atlanta.

“Tugasnya adalah menembak penjajah asing seperti virus dan bakteri, tetapi dalam penyakit autoimun seperti lupus polisi telah menjadi nakal dan mulai menembak warga sipil.”

Mengapa Penyandang Lupus Berhadapan dengan Emosi?

Berurusan dengan penyakit kronis adalah stres, hingga 60 persen orang dengan penyakit kronis mungkin menderita periode depresi. Jika Anda telah didiagnosis sebagai lupus, ada kemungkinan beberapa obat yang Anda konsumsi, terutama steroid, dapat membuat Anda lebih emosional dan lebih rentan terhadap depresi.

Lupus dapat langsung melibatkan sistem syaraf Anda dan menyebabkan gejala seperti masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi, perubahan suasana hati, dan kebingungan. Gejala-gejala ini kadang-kadang disebut sebagai “kabut lupus.”

lupus

“Penyakit kronis seperti lupus, dengan gejala lelah dan merasa sakit, menyebabkan stres sebagai tanda sistem kekebalan tubuh Anda untuk mengaktifkan dan menyebabkan peradangan. Stres psikologis dan penyakit memiliki jalur perjalanan otak yang sama. Ini bisa menjadi lingkaran setan pada penyakit autoimun. Penyakit menyebabkan stres yang menyebabkan lebih banyak penyakit,” catat Dr Raison.

Kapan Depresi pada Penyandang Lupus Perlu Ditangani?

Jika Anda menderita lupus, Anda berharap memiliki waktu untuk melakukan aktivitas normal ketika Anda tidak merasa sehat secara emosional. Terkadang, lupus dapat mencegah Anda keluar dan melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan tersebut. Mungkin ruam lupus Anda telah “berkobar“ dan Anda tidak terlihat seperti yang Anda inginkan – wajar saja hal ini dapat menyebabkan perasaan sedih dan stres pada seorang wanita muda.

Ketika perasaan seperti itu mengarah ke depresi, itu dikenal sebagai depresi reaktif. Setelah pasien mulai merasa lebih baik dengan lupus mereka, kebanyakan pulih dari depresi reaktif berikutnya. Yang lain, bentuk depresi yang lebih dikenal adalah depresi kimia (kadang-kadang disebut sebagai depresi klinis), dan itu bisa berlangsung lebih lama dan jauh lebih sulit untuk keluar. Jenis depresi ini, disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia di otak, dapat membuat gejala lupus Anda terasa lebih buruk, dan perlu diobati.

Beberapa tanda peringatan depresi klinis adalah:

  • Merasa hampa, putus asa, atau tidak berdaya, Anda tidak dapat mengerjakan hal-hal yang Anda inginkan dikarenakan emosi-emosi tersebut.
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu Anda nikmati atau rasakan, sepertinya tidak ada yang membawa sukacita lagi.
  • Merasa seperti  tidak bisa melakukan apa-apa.
  • Merasa seperti gagal dan tidak ada yang peduli dengan Anda.

Jenis-jenis suasana hati dan pikiran yang gelap ini mungkin merupakan tanda bahwa Anda memerlukan evaluasi dan perawatan profesional. Jika Anda berpikir Anda mungkin depresi, bicaralah dengan dokter Anda, karena depresi harus diperlakukan seagresif seperti Anda akan memperlakukan suar lupus. Kabar baiknya adalah bahwa perawatan seperti antidepresan dan psikoterapi bekerja dengan baik dalam mengobati gejala depresi.

Cara Tetap Sehat Secara Emosional Dengan Lupus
Faktor-faktor berikut dapat membantu Anda mempertahankan kesehatan emosi Anda :

  • Berolahragalah secara teratur dan makan makanan yang sehat.
  • Ketahui batas kemampuan Anda secara emosional dan fisik
  • Pastikan memiliki waktu istirahat yang cukup
  • Bergabunglah dengan kelompok pendukung lupus (organisasi yang dibentuk bagi penyandang lupus, grup-grup diskusi/ gathering dan sebagainya).
  • Jadilah baik untuk diri sendiri. Bersenang-senang. Lakukan sesuatu yang membuat Anda tertawa
  • Cobalah latihan pikiran/ tubuh yang dapat membantu Anda rileks, seperti meditasi. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa meditasi dapat mengurangi stres dan respon imun yang dipicu oleh stres.

Jika Anda memiliki penyakit kronis dan tak terduga seperti lupus, Anda akan mengalami stres dan akan ada pasang surut emosional. Terkadang sulit untuk mengetahui apakah depresi berhubungan dengan ‘kabut’ lupus atau sesuatu yang lebih serius.

Stres emosional dapat membuat lupus lebih buruk dan depresi dapat diobati dengan sukses. Pastikan Anda mengetahui tanda-tanda peringatan depresi, dan jangan ragu untuk meminta bantuan saat Anda membutuhkannya.

Stres dan depresi yang menyertai penyandang lupus dapat ditangani secara efektif dengan metode hipnoterapi. Pastikan Anda ditangani oleh seorang hipnoterapis yang cakap dan profesional yang mempunyai reputasi yang baik dan memiliki organisasi profesi yang bereputasi baik.

Pada kasus-kasus autoimun, hal pertama terpenting yang sebaiknya dikerjakan oleh seorang hipnoterapis adalah  membawa klien ke kondisi relaksasi dalam dan merelease emosi-emosi negatif yang ada pada diri penyandang lupus, terutama ketika seseorang sakit parah  Sebagai contoh, mungkin tidak bermanfaat meminta klien untuk menghadapi tekanan tambahan dengan mengungkap trauma masa lalu pada tahap awal, oleh karena itu pemilihan metode regresi dan teknik revivifikasi mungkin tidak sesuai (ini juga tergantung pada individu, terapis dapat menilainya pada tahap qualifying).

Penggunaan metafora positif di mana klien dapat membayangkan mengurangi radang, misal dengan teknik visualisasi dan membantu mengarahkan kembali antibodi yang menyerang jaringan yang sehat, dapat dilakukan terapis untuk membantu klien dengan penyakit autoimun.

Keterampilan terapis, jam terbang terapis serta tekad dan kesungguhan klien untuk sembuh, serta kepatuhan klien menjalankan bimbingan serta sikap pasrah serta percaya kepada terapis akan memberikan nilai positif pada sesi terapi yang dijalani klien. Teknik Afect Bridge dan/ atau Ego State Therapy dengan mencari akar masalah selanjutnya dapat diterapkan untuk membantu klien, tentunya setelah terapis melihat kondisi klien, apakah memungkinkan dilakukan teknik-teknik tersebut.

Teknik-teknik MindBody Medicine, saat ini telah dalam proses pengembangan di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, yang ke depannya dapat memberikan kontribusi positif bagi penanganan masalah-masalah psikis.

Please follow and like us: