KEBENARAN MENGENAI HIPNOSIS (HIPNOTERAPI) KLINIS

gambar hipnosis

FAKTA DAN PERSEPSI SALAH MENGENAI HIPNOTERAPI

Hipnoterapi berasal dari kata hipnosis dan terapi. Hipnoterapi merupakan terapi dengan menggunakan teknik tertentu yang dilakukan dalam kondisi hipnosis, salah satu metode terapi yang sering disalahartikan dan menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Mitos dan kesalahpahaman yang ada di masyarakat mengenai hipnosis, antara lain :

  1. Kata hipnosis sering disebut sebagai hipnotis

Hipnosis merupakan suatu keadaan perhatian atau konsentrasi yang sangat terfokus di mana seseorang mengalami keadaan rileksasi yang dalam dikarenakan sugesti yang diberikan. Sedangkan hipnotis adalah orang yang membawa seseorang ke kondisi hipnosis. Dalam kondisi hipnosis (yaitu, dalam trans hipnosis), seseorang  jauh lebih terbuka dan reseptif terhadap saran yang diberikan. Saran-saran positif yang diberikan kepada orang-orang dalam keadaan hipnosis disebut sebagai “post hypnotic suggestion” dengan harapan saat seseorang keluar dari kondisi hipnosis akan memperoleh manfaat positif dengan adanya perubahan-perubahan secara psikologis dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Seringkali dalam masyarakat hipnosis ini dikaitkan dengan tindak kejahatan jalanan atau acara-acara reality show di stasiun-stasiun televisi. Perlu diketahui bahwa hipnosis bisa dilakukan apabila seseorang berniat dan mengijinkan dirinya dihipnosis. Di sini ada unsur kesukarelaan, niat dan bersedia.

Hipnosis yang dipergunakan untuk kepentingan panggung, disebut sebagai stage hypnosis, Namun hal tidak baik yang seringkali dilakukan dalam acara reality show, adalah ketika seorang hipnotis, demi kepentingan panggung menyuguhkan acara dengan menampilkan sisi negatif seorang subjek untuk ditertawakan, bahkan terhadap hal-hal yang bersifat (rahasia) pribadi di hadapan publik. Ini tentunya merusak citra hipnoterapi/ hipnosis.

Dalam proses hipnoterapi pun seorang hipnoterapis hanya melakukan proses eksplorasi bawah sadar untuk menemukan akar masalah dengan memegang prinsip client-center dan kode etik hipnoterapis di mana proses hipnoterapi dilakukan semata-mata untuk kepentingan terapi dengan menjunjung tinggi kerahasiaan klien.

  1. Hipnoterapi/ hipnosis bukanlah praktik supranatural maupun kuasa gelap

Banyak pendapat orang yang tidak mengerti hipnosis menyebut bahwa seorang hipnotis mempunyai kemampuan supranatural sehingga bisa menghipnosis atau mempunyai kuasa gelap. Ini merupakan kesalahan yang beredar di kalangan masyarakat.

Hipnoterapi sesungguhnya adalah suatu ilmu yang dapat dipelajari oleh siapa saja, murni scientific (ilmiah). Seorang hipnoterapis tersertifikasi dipastikan memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk membawa seseorang ke kondisi hipnosis dengan seijin subjek/ klien, kondisi di mana pikiran bawah sadar reseptif terhadap perubahan (baik dilakukan dengan sugesti atau dengan cara lain).

  1. Hipnosis sama dengan tidur

Pendapat lain di masyarakat adalah hipnosis itu sama dengan kondisi tidur. Ini sangatlah salah. Seseorang yang dihipnosis mengakses pikiran bawah sadarnya dan tetap dalam kondisi terjaga, di mana mulai dari klien masuk ke ruangan hipnoterapi sampai dengan yang bersangkutan selesai menjalani proses hipnoterapi, yang bersangkutan mengetahui seluruh prosesnya.

  1. Hipnosis membuat lupa ingatan

Seseorang yang dihipnosis bahkan mengingatkan semua proses terkait permasalahannya dengan sejelas-jelasnya, namun muatan emosinya netral.

  1. Pengendalian pikiran oleh hipnotis

Berlawanan dengan kepercayaan masyarakat, orang-orang yang berada di bawah hipnosis memegang kendali penuh terhadap diri mereka sendiri dan tidak akan pernah melakukan apa pun yang biasanya mereka anggap sangat tidak pantas. Hal ini dikarenakan ada unsur-unsur faktor kritis dalam diri seseorang, antar lain : faktor agama/ kepercayaan, benar/ salah, moral dan budaya.

SUGESTIBILITAS

Juga, itu adalah fakta bahwa tidak semua orang rentan terhadap hipnosis. Beberapa orang tampaknya memiliki sifat yang disebut “hipnotisabilitas” yang, seperti ciri-ciri lainnya, sangat bervariasi di antara individu. Agar berhasil dihipnotis, seseorang harus mau menjalani proses secara sukarela dan juga memiliki tingkat hipnotisabilitas yang moderat. Pada dasarnya untuk menjalani proses hipnoterapi atau hipnosis harus ada niat dan kemauan seseorang dengan mengijinkan dirinya untuk dilakukan hipnosis, tidak menganalisis, keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dan kepercayaan kepada terapis,  Bila tidak maka proses hipnosis tidak akan dapat dilakukan dengan baik.

MANFAAT  HIPNOTERAPI

Penggunaan hipnosis (hipnoterapi) klinis yang paling sering adalah: menghilangkan kebiasaan buruk, mengatasi insomnia, mengingat kembali pengalaman yang terlupakan, anestesi, mengelola rasa sakit, rasa takut, emosi marah, fobia, depresi, gangguan cemas dan sebagainya.

Saat ini ilmu hipnoterapi ini sedang dalam perkembangannya untuk dapat dipergunakan dalam proses menyembuhkan penyakit fisik melalui pikiran melalui mekanisme  psikoneruoendonimunologi yang disebut sebagai Quantum Mind Body Medicine (Quantum Healing).

Sebagai sifatnya yang alternatif kompelementer, hipnoterapi dilakukan hanya untuk melengkapi terapi medis, bukan menggantikan terapi medis.

BERAPA KALI PROSES HIPNOTERAPI HARUS DILAKUKAN UNTUK BERUBAH

Banyak klien yang mengharapkan hasil tuntas dalam satu sesi pertemuan (hal ini memang sering terjadi), namun kadang hipnoterapi bukanlah proses yang instan. Ini dipengaruhi faktor klien dan faktor terapis. Bahkan pada pertemuan pertama banyak hipnoterapis yang tidak langsung melakukan proses hipnoterapi ini, dan hanya melakukan konseling.

Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia (AHKI) mensyaratkan seorang klien harus bersedia menjalani 4 sesi pertemuan untuk sebuah permasalahan. Kalau dalam proses terapi, ternyata 1-2 sesi pertemuan kasusnya tertangani maka yang bersangkutan tidak harus dilakukan proses sampai dengan 4 sesi pertemuan.

MENGHIPNOSIS DIRI SENDIRI (SELF HYPNOSIS)

Anda dapat dengan mudah menguji manfaat self-hypnosis. Cukup duduk atau berbaring dan merasa nyaman dalam suasana yang tenang. Kemudian, tutup mata Anda dan tarik napas dalam-dalam beberapa kali, perlahan, masuk dan keluar. Ini menempatkan banyak orang ke trans ringan dan keadaan relaksasi yang nyaman. Dalam keadaan ini, ucapkan beberapa hal optimis untuk diri Anda sendiri (misalnya, “Saya dapat dengan mudah menyelesaikan presentasi saya ….”) dan membayangkan beberapa proses yang menyenangkan (misalnya, memvisualisasikan berhasil). Bahkan sesi lima menit dapat terbukti sangat membantu bagi sebagian orang. Teknik-teknik afirmasi ini seringkali dipergunakan untuk menghipnosis diri sendiri.

Please follow and like us: